Minggu, 19 November 2017

masyarakat asli papua sekitar 700 orang lagi dalam perjalanan evakuasi ke gedung eme neme yauware Timika dari Banti, Aroanop dan kampung lain, sebagian besar masyarakat papua tetap bertahan di tempat. Karena tidak mau di evakuasi ke Timika.
Situasi ini sedang di ciptakan oleh Negara dalam hal ini TNI-POLRI di papua untuk pendropan pasukan militer dan Alosita militet Indonesia yang cangghi untuk melawan TPN-PB.
sumber: S, Itlay on fb
Editor: SNFWP

KNPB Kunsulat Indonesia Meperingakti HUT KNPB KE-09

KNPB Manado, pada Hari Minggu (19/11/2017) Komite Nasional Papua Barat  (KNPB)  Konsulat Indonesia Memperiganti Hari Ulang Tahun (HUT) KNPB Yang ke-IX 19 November 2008-2017, Kegiatan Berlangsung di  Pancuran Tomohon sulawesi Utara.

Ibadah HUT Di pimpin Oleh Harum Matoa dengan Thema "Apapun Situasinya  KNPB Tetap Lawan"

Dalam Sambutan ketua Ikatan Mahasiswa Indonesia (IMIPA) Puaat Yang di Wakili Markus Wantik, Mengatakan Bahwa Papua merdeka bukan hanya melalui Fisik berbicara Melainkan papua Merdeka  harus ada kerberaamaan kekompak Karena itu sebagai Kunci,Kata Markus.

Markus, Secara Umum Seluruh Mahasiswa Papua Yang Berdomisili Di Sulawesi Utara Menyampaikan Selamat Hari Ulang Tahun Yang Ke IX, Semoga Perjuangan Selanjut Akan Bersama Sang Ciptanya.

Ketua KNPB Konsulat Indonesia, Tuan Hiskia Miage Mengatakan Bahwa, hari ini KNPB secara nasional merayan Hari Ulang tahun yang ke IX dengan Secara Resmi.

KNPB lahir, untuk Tujuh Suku Wilayah Adat Papua  tujuannya untuk  Media Alat Perjuangan ujungnya  Penetuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua, Sesuai Allah Telah di Wariskan, Ujurnya Hiskia Miage Kepada www.kabarmapegaa.com pada minggu (19/11/2017)

Hiskia juga terang-terang dikata Bahwa Sedikit lagi Kita akan Merdeka Karena  itu Jati diri kita yang Jelas,kata hiskia.

"Tuhan Ciptakan Tanah Pulau Papua Bukan Milik Orang Jawa, Bukan Milik Orang Sulawesi, Sesuai Ras dan Bahasa Tuhan sudah di wariskan Masing-Masing, jadi Tanah negeri Papua itu Milik Orang Kulit Hitam"   tuturnya Hiskia Miage.

Melalui HUT KNPB ini Hsikia di Ajak,Kepada Kawan-kawannya, Mari Kita Bangkit  Melawan atau tunduk tertindas Mundur adalah Penghianat, kata Hiskia


Sumber: SNFWP
Editor. : SNFWP

Kamis, 07 September 2017

REATRET PIMPINAN PIF AKAN DIMUALI SAMOA 08/09/2017

Besok, reatret pemimpin PIF akan dimulai di Samoa. Sekjen ULMWP mewakili bangsa Papua telah melakukan loby terbuka maupun tertutup kepada berbagai pemimpin negara-negara Pasifik. West Papua tetap menjadi agenda pembahasan dalam reatret. ULMWP tentu meminta dukungan PIF bawa West Papua ke PBB. Pemerintah Solomon Islands, Vanuatu, Tonga, Marshal Islands, Kiribati dan Tuvalu yang tergabung dalam PICWP menunjukkan komitmen tersebut.
Sementara, pemerintah kolonial Indonesia dengan delegasi penuh berada disana. Sebagai partner dialog dari PIF, Indonesia mempropagandakan kemajuan pembangunan di Papua. Juga, berupaya meyakinkan wacana dialog Jakarta-Papua sebagai taktik internalisasi penyelesaian West Papua dalam NKRI. Tentu, segala upaya blokade kemajuan dukungan Pasifik ditempu kolonial Indonesia.
Rakyat West Papua sudah harus pahami bahwa perang diplomasi ULMWP dan Indonesia di internasional berada di level serius. Tidak main-main. Melibatkan kepentingan geopolitik kawasan dan internasional. Sementara di atas tanah Papua, rakyat West Papua diperhadapkan dengan ancaman dan tantangan besar di bawa kekuasaan kolonial Indonesia. Kita mesti memperkuat basis perlawanan dalam negeri. Berusaha menyelamatkan rakyat kita yang masih tersesat dalam bius kolonialisme Indonesia. Berjuang dengan cerdik. Karena kita pasti menang!

sumber Fiktor Yeimo

Rabu, 06 September 2017

KRONOLOG KEJADIAN PENANGKAPAN DI KOTA SORONG PADA TGL, 06 SEP 2017.

KNPBNews; Sorong Papua tnggal, 06 sep 2017. Jam 13.24 wpb siang. Terjadi pemeriksaan kepada penumpang KM. Tatamailau dari pak-pak tiba di pelabuhan sentral sorong. Saat Turun penumpang dari kapal terjadi pemeriksaan tertuju pada anggota knpb diperiksa dalam tas sita barang-barang yang ada isi dalam tas antaranya; 2 buah celana Loren, 1 buah buku catatan dan 1 buah baju bendera bintang fajar. Saat itu juga salah satu anggota knpb tidak terimah dan terjadi aduk mulut antara anggota knpb dan polisi yang bertugas di pelabuhan dibawa pimpinan kapolsek kota sorong.
Anggota knpb mempertahakan minta tunjuk Surat perintah pemeriksaan penumpang dan dipemeriksaan juga tidak semua periksa tetapi pemeriksaan tertuju pada anggota knpb.
Dan 22 menit lebih bertahan argument antara aparat dan anggota knpb. aparat tidak memberikan keterangan jelas maka anggota knpb memilih longmar ke kapolres kota sorong, selagi longmars jalan raya kota sorong lumpuh.
20 lebih anggota knpb longmars hampir 1 kilo meter lebih, dan tepat pada jam 14.15 wpb sore, tiba-tiba di bolokade oleh polisi dan anggota knpb paksa di kasih naik di dalmas dan di polres jam 15.07 wpb sore. Setelah kami dibawa ke polres terjadi pemukulan terhadap satau warga Yang ada di sekitar situ, atas nama; Markus Wafom.
Mulai dari jam 15.13 wpb sore di interogasi sampai jam 18.00 wpb.
Saat kami di introgasi dihalaman kapolres. Salah satu anggota polisi lapor kepada atas bahwa ada terjadi pemalangan jalan oleh masyarakat di depan solpus. Dan polisi keluar dengan kekuatan full dan dibarkan. Hal ini terjadi karena aparat pukul pake popol senjata kepada warga sipil yang ada di solpus.
Dan Nama-Nama yang dpt tangkap dipolres kota Sorong sbt:
1. Mecky Yeimo; Sekjend I Pusat
2. Arnoldus Kocu; ketua knpb sorong
3. Warpo sampari Wetipo ketua komisariat diplomasi pusat
4. Jeck salah; bendehara pusat
5. Yusak pelangi Utii;

sumber Ket KNPB Sorong

29 ORANG AKTIVIS KNPB DITANGKAP OLEH PIHAK KEPOLISIAN DI PELABUHAN SORONG.

Hari ini kembali terjadi penangkapan aktivis KNPB Se-tanah papua aktivis KNPB Konsulat di pelabuhan sorong dengan alasan yang tidak jelas mereka jaga di tangga naik kapal dan mereka tahan dan bawah mereka jalan kaki menuju polres sorong. dan sementara pihak aparat colonial indonesia sedang dipaksakan untuk menuju polres terdekat lalu mereka jalan kaki menuju kantor polisi terdekat.
Mohon Pantau terus kawan, serta pemerhati kemanusian.
Beriku nama nama yang ditangkap di pelabuhan sorong tanpa
jam 02 lewt 36
1 Muk selak
2 Warpo wetipo
3 Asina balingga
4 Rayono kobak
5 Arnol kocu ketua knpb sorong
6 ketua kanpb p bintang
7 andy
8 hosea
9 yusak
10 niko hiluka
11 tinus hiluka
12 hiskia meageKetua knpb konsulat
13 Agus pahabol 1 sentani
14 kace jubi 2 sorong
15 Malteda
16 oskar solosa jubir 1 sorong
17 campuran knpb timika
18 yurpinus kt knpb p bintang
19 sony knpb konsulat
20 Rosuna ulunggi
21 elisabet gombo
22 kristina
23 yesskiel meage
24 margareta pagawak
25 yani silak
26 Makes Yohame
27 sina pagawak
28 ocha wetipo
29 boris kulka knpb p bintang
Pewarta (Rosina Sumsen).
Trimakasih polres sorong untuk dukungannya
Dengan menangkap 29 aktivis KNPB engkau sedang mendorong dan mempercepat proses perjuangan kami untuk menuju refrendum west papua.
KNPB bersama rakyat west papua tetap berjuang sampai papua merdeka
Hidup KNPB
HIDUP Rakyat papua
berikut foto aktivis knpb yang di tangkap oleh polisi kolonial indonesia

Rabu, 19 Juli 2017

KNPB KONSULAT TELAH MELAYANGKAN SURAT PEMBERITAHUAN SEKALIGUS UNDANGAN DALAM RANGKAH HUT KNPB KONSULAT & MENGENANG PARA PAHLAWAN PEJUANG WEST PAPUA.
Hari ini tanggal 19/07/2017 Jam sekitar 11:00 WITA, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) konsulat Indonesia di Manado melayangkan Surat Pemberitahuan sekaligus surat undangan Kepada Kapolda Sulut. Up. Dir. Intelkam, Kapolresta Manado Up. Dir. Intelkam, Kapolsek Malalayang, Kepala Kelurahan Bahu, dan Kepala Lingkungan. Surat Pemberitahuan itu dikeluarkan KNPB konsulat dalam rangkah melalukan perayaan Ibadah untuk Mengucap Syukur atas Kedewasaan KNPB konsulat/ Hari Ulang Tahun KNPB konsulat Indonesia dari Sabang sampai Amboina di Manado dan Mengenang kembali Para Pejuang yang telah gugur mendahului kita semua dalam perjuangan kemerdekaan West Papua.
Surat Pemberitahuan tersebut diantarkan oleh beberapa Mahasiswa Papua dengan aman. Namun, Ketika Pengantar Surat sampai di Pintu Masuk Polda Sulut di periksa ketat dan dipaksa melakukan pemeriksaan pada Mahasiswa Papua yang antar surat pemberitahuan oleh Polisi bersenjata Lengkap. Karna ditanya anggota Polisi sehingga Mahasiswa Papua menyerahkan dirinya untuk diperiksa. Ketika mahasiswa bertanya mengapa diperiksa, polisi jawab ini tugas kami jadi berikan tasmu dan angkat Bajumu karna kami mau periksa. Tutur salah satu Anggota Polisi dengan nada tegas. Dan lanjut Polisi tunjukan suratnya karna kami mau lihat dan kami akan antarkan suratnya ke Pimpinan kami. Tetapi pengantar Surat tolak karna Surat itu ditunjukan kepada pimpinan Intelkam Polda Sulut. Hingga akhirnya kami diizinkan untuk masuk ke Ruang Intelkam Polda Sulut. Tutur Paul Auwe.
Lanjut Auwe, ketika Kami sampai di Ruang Intelkam, kami serahkan Surat Pemberitahuan Ibadah sekaligus Undangan kepada Pimpinan Intelkam Polda Sulut. Setelah kami serahkan suratnya, Pimpinan intelkam Kapolda Sulut menolak kami mahasiswa Papua untuk melakukan Pengibaran serta menyanyikan lagu-lagu Mars Negara West Papua Merdeka serta Motif-motif lainnya yang bertentangan dengan NKRI selain Ibadah biasa. Ibadah Boleh dilaksanakan tetapi jangan dengan pengibaran Bendera Negara West Papua. Tegas Pimpinan Intelkam POLDA SULUT.
SALAM REVOLUSI.!!!

Senin, 01 Mei 2017

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia secara terbuka menyikapi hari Aneksasi rakyat bangsa Papua 1 Mei 2017.


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia secara terbuka menyikapi hari Aneksasi rakyat bangsa Papua 1 Mei 2017
54 tahun sudah Indonesia menduduki West Papua. Rakyat bangsa Papua terus menolak aneksasi dan terus berjuang utnuk menentukan nasibnya sendiri. Sejak 1 Mei 1963 bertepatan dengan Unites Nations Temmporrary Executive Administratins (UNTEA) atau Pemerintahan Sementara PBB di Papua Barat menyerakan kekuasaannya kepada Indonesia. Selanjutnya pemerintah Indonesia mulai menempatkan pasukan militernya dalam jumlah yang besar di seluruh tanah Papua. Akibatnya hak-hak politik dan hak asasi manusia (HAM) dilanggar secara brutal di luar batas-batas kemanusiaan.
Pada hari ini bertepatan dengan hari Aneksasi 1 Mei 2017 seluruh Orang Papua kembali mengadakan aksi, Doa dan Diskusi di Papua maupun di luar Papua mengenai ANEKSASI di teritorial West Papua karena Penyerahan wilayah administrasi Belanda (Nederland Nieuw Guinea) oleh UNTEA ke tangan Indonesia. 1 Mei 1963 sesuai perjanjian New York adalah suatu rekayasa Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda. Terlepas dari stranfer sepihak tanpa wakil orang Papua, maka secara defakto bangsa Papua telah berdaulat sendiri, sehingga Indonesia hari ini tetap berstatus penjajah.
Hukum internasional, setelah perang Dunia Ke-II, Indonesia dipengaruhi oleh kepentingan blok barat sehingga proses transfer Nederland Nieuw Guinea oleh UNTEA tidak bisa dibenarkan sebelum hak penentuan nasib sendiri belim dilakukan. Kasus 1 Mei 1963 adalah kegagalan PBB, dengan kata lain PBB ikut berandil dalama melegalkan proses aneksasi di teritorial West Papua oleh Indonesia.
Komite Nasioanal Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia, pada hari ini 01 Mei 2017, melaksanakan Diskusi public untuk menyikapi hari Aneksasi 1 Mei 1963, sekaligus pelantikan Panitia Hut KNPB Konsulat Indonesia ke-7 di Lantik Oleh BP, KNPB Konsulat Indonesia. Dalam kegiatan hari ini, di hadiri dari kalangan Aktivis Papua, Mahasiswa, Pemudah dan Pelajar di Asrama Kamasan Tomohon Sulawesi-Utara. Diskusi Mulai dari Jam 11:15-13:30 Wita. Materi diskusi di pandu langsung oleh BP. KNPB Konsulatn Indonesia, mengenai Kilas Balik Sejarah dan Aneksasi 1 Mei sebagai hari Penghianatan terhadap Kedaulantan Rakyat Bangsa Papua.
 Untuk itu, dalam kesempatan ini, kami secara tegas dan terbuka menyatakan sikap kepada;
1.      Unites Nations Temmporrary Executive Administratins (UNTEA) Pemerintahan Sementara PBB di Papua Barat 1 Mei 1963, segera bertanggungjawab atas pemberian kekuasaan kepada Indonesia.
2.      Perjanjian New York adalah Rekayasa Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda di territorial West Papua Adalah Ilegal dan harus di pertanggungjawakan sesuai jalur hukum Internasional.
3.      Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) harus bertanggung-jawab karena telah berandil dalama melegalkan proses Aneksasi di teritorial West Papua.
Demikain laporan kami sekaligus pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan penuh tanggung--jawab, atas perhatianya di sampaikan terima kasih.

SALAM PEMBERONTAKAN.!!!
“Kita Harus Mengakhiri”
                                                                                         Manado, 1 Mei 2017
Hormat Kami,
BADAN PENURUS
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA


Bram Asso

Sekertaris 



foto