Rabu, 04 Desember 2019

Natal & Makna Revolusi Oleh Jubr Internasional KNPB Voktor Yeimo

Natal & Makna Revolusi

Viktor Yeimo

Tetapi, yang terpenting makna Natal. Makna tentang suatu kelahiran “ide” dan “praktik” tentang suatu cita-cita untuk mengubah dunia.

Yesus menjadi teladan bahwa misi perubahan dunia lahir di tempat terhina (kandang binatang), dari bangsa yang tertindas (Yahudi).

Yesus cermin Kasih yang merupakan hukum utama dan terutama. Kasih yang menjadi makna dasar Sosialisme: Kesetaraan.

Untuk hal itu, Yesus harus lahir, hidup dan mati terhina. Teladan bahwa pembebasan harus dibayar dengan penderitaan, perjuangan dan pengorbanan.

Penguasa Romawi waktu itu dan saat ini penguasa kolonial Indonesia menindas dan menjajah manusia ciptaan Tuhan. Penguasa melahirkan kelas tertindas dan kelas penindas sebagai penyebab ketidaktaatan hukum kasih: Sosialisme.

Cita-cita membentuk sebuah negara Papua yang berlandaskan Kasih mutlak diperjuangkan, sekalipun itu dibayar dengan pengorbanan.

Bangsa Papua, rakyat West Papua, akan menunjukan kepada dunia tentang sebuah peradaban dunia yang membebaskan berdasarkan karakter sosialisme Papua.

Sebab ternyata yang terhina dan terjajah dipakai Yesus untuk menyatakan arti sebuah perjuangan; tetapi juga kebenaran, kuasa dan kemuliaan Tuhan Yesus.

23/12/2013

Ibadah Syukuran Hari Lahirnya Embrio/Manifesto Politik kemerdekaan bangsa Papua Barat yg ke 56thn 1961- 01 Des 2019

Ibadah Syukuran Hari Lahirnya Embrio/Manifesto Politik kemerdekaan bangsa Papua Barat yg ke 56thn 1961- 01 Des 2019
Foto KNPB Wilayah Yahukimo

Yahukimo,01 Desember 2019 Komite Nasional Papua Barat(KNPB ) bersama Parlemen Rakyat Daerah(PRD) Kabupaten Yahukimo melakukan upacara pengibaran bendera  BINTANG FAJAR dan dilanjutkan dengan Ibadah syukuran di Markas dalam perayaan hari lahirnya Manifesti Politik bangsa Papua jatuh Tempoh pada tanggal, 01 Desember 2019 dari usia yang_ 58 tahun.

Dalam lbadah syukuran ada pesan singkat yang di sampaikan oleh Pengurus KNPB, PRD dan OPM_TPNPB bahwa, knpb sebagai organisasi sipil, PRD sebagai Lembaga Politik dalam Negeri dan OPM_TPNPB sebagai Militer Bangsa Papua Barat tidak akan mundur dan lari sedikit_pun tetapi kami tetap bertahan dan memperjuangkan harkat dan martabat Bangsa Papua demi merebut kemerdekaan bardaulat melalui Referendum di Papua Barat dari genggaman Kolonialisme Indonesia dan Tuannya Kapitalisme Asing.

Dilanjutkan juga KNPB, PRD dan OPM_TPNPB tidak akan kemana_mana tetapi tetap bertahan guna menyuarakan aspirasi Bangsa Papua untuk Hak penentuan Nasib sendiri di tanah Papua. Selain itu knpb bersama Rakyat Papua mendorong agenda "Mogok Sipil Nasional(MSN)" Karena Mogok sipil adalah agenda yang diputuskan dalam Konggres ll KNPB sebagai agenda utama untuk menuju titik terang Papua Merdeka.

 Selain itu juga KNPB, PRD dan OPM_TPNPB Yahukimo menyeruhkan bahwa, Kabupaten Yahukimo adalah ada dibawa Komando Nasional dibawah naungan OPM _TNPB sebagai ROH Papua Merdeka sehingga Organisasi kecil_kecilan yang dibentuk untuk menghancurkan perjuangan suci dan menipu Rakyat Yahukimo tidak diijinkan untuk ada di Yahukimo selain KNPB, PRD, DAN OPM_TPNPB.

✔️ Hidup OPM_TPNPB
✔️ Hidup KNPB
✔️ Hidup PRD
✔️ Hidup Rakyat Papua
✔️ Hidup MSN

Untuk Negriku West Papua Saya Berjuang (Putri Domberay).

Untuk negriku…
Hancur lebing tulang belulang
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati
Ku rela demi tanah airku
Sangsaka merah berani
Putih nan suci
Biru laut bumi papua
Melambai-lambai di tiup angin
Air mata bercucuran sambil menganjungkan do’a
Untuk pahlawan negri
Berpijak berdebu pasir dan gunung
Berderai kasih hanya untuk pahlawan papua raya
Hanya jasamu yang bisa ku lihat
Hanya jasamu yang bisa ku kenang
Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana
Demi darahmu…
Demi tulangmu…
Aku perjuangkan negriku
Ini Papua Barat.
Putri Domberay

#SALAM_REVOLUSI ✊
#PAPUA_MERDEKA✊🇵🇷

Admin TPNPBNEWS: Laporan Resmi Panglima Daerah KODAP III NDUGAMA; Egianus Kogeya.

Admin TPNPBNEWS: Laporan Resmi Panglima Daerah KODAP III NDUGAMA; Egianus Kogeya.

Melaporkan pengibaran Bendera Bintang Kejora Di Markas Derakma tanggal 29 November 2019. Jam 7.00 pada hari yang sama Baku tembak terjadi antara Pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Pimpinan Egianus Kogeya dan Pasukan TNI Kopasus Satuan Maleo yang sementara bertugas di Derakma. Dalam baku tembak tersebut di kabarkan 2 anggota Kopasus dan 4 di antaranya luka_luka. Setelah benderah naik 1 jam kemudian terjadi kontak senjata wilayah Nduga, pada tanggal 29/11/2019 waktub papua Barat jam 8 00 pagi sampai jam 3 sore perang berhenti.

Kesempatan itu Komandan operasi Pemne Kogeya melaporkan bahwa EGIANUS KOGEYA BERSAMA ANAK buahnya Membantah keras media persi aparat TNI melaporkan bahwa Anggota TPNPB 2 orang tewas dan 3 sumber lain berbeda mengatakan Mayatnya di bawa lari ke Hutan oleh rekannya, yang lain mengatakan,hanya ketemu tetesan darah dan lain sebagainya. Semua itu tidak benar yang sebenarnya kami yang Tembak mati Pasukan Maleo 2 anggota itu dan 4 anggota lainya luka_luka. Kami ini Militer Papua Barat apabilah kami dapat tembak pasti akan umumkan secara Nasional untuk di ke tahui Rakyat Papua karena Perjuangan kami untuk rakyat Bukan model pasukan TNI yang temanya tidak di hormati, banyak pasukan TNI yang gugur namun tidak perna menghargai jasadnya, sembunyi mati demi rahasia Negara. Kami pimpinan TPNPB tetap akan sampaikan kepada Media terpercaya kami apabilah ada sesuatu tutur Pemne Kogeya melalui sambungan telponnya dari Ndugama.

Sementara TPNPBNEWS berusaha menghubungi kepada Komadan Operasih TPNPB Kodap III Ndugama terkait sumber berita ini sulit di jangkau saat itu. Namun Pesan Pemne, kami lagi posisi perang jika ada kesempatan kami melakukan upacara dan mengirikan laporannya, tutur Pemne Kogeya Komadan Operasih melalui salah satu kurir terpercaya di kota.  Awak Media TPNPB Belum bisa simpulkan info tersebut apabilah ada kesempatan kami akan sampaikan, Menurut sumber Kurir itu mengatakan pesan dari Pemne Kogoya bahwa Perang kami tidak akan berhenti sampai Papua merdeka jika kami harap Pihak Aparat TNI segerah merubah metode perang, jangan tangkap_tangkap rakyat kalau mau perang cukup Perang dengan Pasukan TPNPB/OPM dengan berbagi kesatuan yang sudah kirim, kami siap, tutur PEMNE KOGEYA.

Demikian Info dari Wilayah Ndugama Di laporkan melalui Panglima Kodap III Ndugama, Egianus Kogeya.
Oleh TPNPBNews Crew


Sabtu, 10 Agustus 2019

Media Sosial Bukan Honai KNPB Keluarkan Himbauan

Himbauan untuk semua Pejuang KNPB

Di Himbaukan kepada seluruh pejuang aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Wilayah, sektor, dan basis rakyat Papua Barat, bahwa Kita tidak boleh memposting atau membagikan berita-berita yang bersifat provokatif dengan tujuan memecah belah  antara sesama  pejuang bangsa Papua, di dalam internal organisasi gerakan perlawanan atau  faksi-faksi yang sedang memperjuangkan hak penentuan nasib bagi bagsa Papua.

Berbedaan pandangan dalam perjuangan  merupakan hal yang wajar dan normal, sehingga berbedaan Itu perlu Kita jadikan sebagai kekayan dalam perjuangan kita bersama.

Berbedaan bukan untuk baku hantam di medsos, berbedaan Kita harus bertepat di honai kita  bersama Dan Masing-masing demi  mewuju sebuah  kesepahaman bersama untuk mewujudkan Visi dan misi Kita bersama, medsos bukan rumah Kita, medsos bukan ruang diskusi kita, medsos tempat mendidik rakyat tertindas untuk melawan  kolonial Indonesia dan kapitalisme asing di Papua, dengan ide-ide atau gagasan-gagasan yang mendidik rakyat bangsa Papua, rakyat bangsa Indonesia dan pada dunia internasional.

Baku hantam di medsos bukan mencari solusi,  tetpi baku hantam di medsos memberi ruang bagi musuh Penguasa kolonial Indonesia dengan leluasa menghancurkan  sesama pejuang dengan cara adu domba.

 Hal inilah  yang sedang di inginkan oleh penguasa kolonial Indonesia, sehingga kita sadar tidak sadar sendang memberkuat misi inteljen  kolonial Indonesia untuk menghancurkan perjuangan bangsa Papua.

Ketika Kita sedang membertepatkan berbedaan di media sosial dan media online, maka  penguasa kolonial Indonesia sedang duduk bangku tangan dan tertawa kita dengan berpahak-pahak, Karena kita sedang mewujudkan misi mereka (kolonial Indonesia).
di dalam perjuangan Kita.

Dengan demikian, kami Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat menyampaikan kepada  setiap anggota dan simpatisan Komite Nasional Papua Barat di seluruh Wilayah teritori Papua Barat tidak memposting hal-hal yang memprovokasi dan menghancurkan perjuangan bangsa Papua mulai dari  sejak tanggal di keluar himbauan ini sampai berakhirnya perjuangan Bangsa papua.

Bila ada yang kedapatan melakukan hal yang Sama maka setiap anggota atau pejuang wajib menerima saksi organisasi Masing-masing.
Holandia 10 Augustus 2019
Agus Kossay
Ketua umum.

Senin, 29 Juli 2019

ALEX HESELO DI TIKAM DARI OTK MANADO SULUT.

PENIKAMAN MAHASISWA PAPUA ANGGOTA PPMY ATAS NAMA ALEX HESELO DI SULAWESI UTARA MANADO.


Kronologis Musibah penikaman terhadap mahasiswa yahukimo atas nama : Sdr. ALES HESELO asal kabupaten Yahukimo distrik kurima dan desa wulik, umur 23 tahun.

Musibah penikaman terjadi pada hari jumat tgl 26 juli jam 08.00 s/& jam 01.00.

Tempat kejadian awal di samping fressmart bahu manado.

Penjelasan singkat oleh Pk:
Pada jumat malam jam 08.00 PK menuju rumah dan mampir di rumah makan sebelah fresmaert, di rumah makan, Rumah makan tersebut ada 3 OTK yang duduk setelah habis makan, PK masuk dirumah makan itu lalu PK timbah nasih dan makan sambil main HP, sambil makan air minum PK sudah habis sehingga timbah ulang air es batu dan air putih didepan, PK balik ditempat duduk, tiba-Hamphone PK tidak ada ditempat, PK lihat di pintu keluar 3 OTK tersebut bawah lari HP miliknya PK.

PK Kejar 3 OTK itu dari belakang lalu OTK tersebut lari pake dua motor, di tengah jalan bagi dua, PK kejar yang dua OTK tersebut ke arah 45 sampai OTK 2 orang berhenti di tuminting disana, PK pun berhenti kemudian minta kembalikan HP terhadap kedua pelaku itu, dua orang lagi tiba-tiba muncul, dua org itu punya ketua dan sbntra negosiasi dengan ketua tersebut ada seorang yang tidak di kenal datang dari belakang, yg katanya( qita disini ngintau pancuri ) lalu taru Pisau di tubuh PK, kemudian 2/3 detik kemudia PK duduk karena rasa mual ternyata PK kena pisau atau tikaman, lalu pelaku dan orang-orang disekitar itu pada bubar semua dari tepat itu, pungkasnya.

Penikmana itu terjadi sekitaran jam 10.00 dan 2 atau 3 menit kemudian PK sadar lalu ia menghindari dari tempat kejadian mulai jam 11 sampai tibah as PPMY bahu manado jam 01.00.

Sebentara PK atas nama: sdr Ales heselo ada di RSUD malalayang, sebentara proses perawatan, PK tersebut bisa berbicara,bisa makan / minum.

Dan kami BP.PPMY bersama BP.IMIPA sudah lapor ke pihak berwajib untuk meninjaklanjuti atau menangani hal tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku di republik ini.

Klarifikasi bahwa:
Info yg beredar kemarin siang bahwa penikaman sdr.ALES HESELO asal yahukimo distrik kurima desa wulik telah meninggal dan mayat ada di rumah sakit malalayang itu (SALAH).

(Sekali lagi itu salah info)
Sebetulanya PK atas nama sdr.Ales heselo mahasiswa asal yahukimo penikamannya itu benar luka para , sebentara PK perawatan di RSUD atau IGD malalayang, kota manado, Manado Sulut. maka kami pihak korban memohom bagikan info ini agar jangan kami salah komunikasi sasama kami.

Terima kasih atas perhatian dari kawan-kawan  dan semua pihak.

Manado, 28 Juli 2019

Hormat kami
BP. PPMY DI MANADO SULUT.

TTD
Tonni Bahabol
Ketua.

Mengetahui
BPP IMIPA SULUT

TTD
Wilson Itlay
Ketum.

Rabu, 24 Juli 2019

HUT KNPB Ke 9, KNPB Konsulat Indonesia Menyeruh Mobilisasi Umum Menujuh Mogok Sipil Nasional.


Ibadah Hut KNPB ke-9  di pimpin oleh Bapak Pastor Barnabas Octhee, dengan Thema “Mobilisasi Umum Menuju Mogok Sipil Nasional. Sedangkan Sub Thema melalui Dies Natalis KNPB Konsulat ke-IX Mari Kita solidkan barisan, pada landasan sejarah kebenaran”” 

Dalam penyampaian kebenaran ia  mengutip  satu kata “perhatian”  kata perhatian dasar  kata dari  “Hati” berarti perhatian kedepan, sehingga  segala perbuatan  kita berjuang dengan Hati pasti akan meraih kemenangan kemerdekaan bangsa west Papua. Katanya.

Tambanya bapak Pastor, Ada banyak nilai-nilai  yang baik dari orangtua kami, tete nene moyang  harus lestari kan karena kita cari hidup damai dan aman Agar  tak ada orang yang digangu ungkapnya.

Dalam Sambutan Badan pengurus  imipa pusat,   Wirson Idlai,  mengajak kepada tuan-tuan bahkan mahasiswa mohon kesadaran diri sebelum melangkah.

Menurutnya, kami sebagai ujung punggung dari Rakyat Papua maka  Tugas kami adalah  Melawan sistem klonial. Agar Menuju Mogok Sipil Nasional  kerana kita hidup dibahwa tekanan sistem klonial Indonesia.

Mewakili Front Rakyat Indonesia (FRI) For west Papua Donisius Dipong Mengungkapkan  kata  “Papua merdeka”berulang-ulang kali  didepan  Ratusan orang. Tandasnya.

Ia mengaku, saya Sebagai warga Negara Indonesia saya mendukung perjuangan politik bangsa West Papua  karena Orang Papua berjuang demi Masa depan dan alam Kekayaannya, tidak ada harapan orang Papua di masa depan jika masih degan NKRI, maka saya pesan orang Papua sadar, bersatu dan berjuang untuk menentukan hak dan nasibnya sendiri di atas Tanah,” katanya.

Jika Ada beberapa Pergerakan  yakni KNPB, AMP, AMTPI  dan OPM/ TPNPB itu semua merebut kemerdekaan bangsa west Papua. Agar supaya  mengakhiri semua penderitaan Rakyat Papua.

Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Se-Indonesia, Tuan Agus  Kosai  mengatakan  Tuhan menciptakan manusia di bumi ini,   tidak ada orang yang menggangu dan tak ada yang ditindas  tetapi selama  57 tahun  yang silam. Kami hidup dalam sistem kolonialisme  dan kapitalisme Indonesia banyak Rakyat Papua yang mengalami penderitaan. 

Tambahnya selama 8 tahun yang lalu merayakan HUT  KNPB  sendiri, tapi puji Tuhan, Kali ini,  Kita merayakan Hut KNPB Bersama orang tua tanah air, maka  itu tandanya bahwa kita sudah jadi satu  untuk Menuju mogok sipil Nasional (MSN)  agar meraih kemenangan kemerdekaan bangsa west Papua.  Tandasnya.

Jadi saya menekankan kepada tuan-tuan bahwa kalian berjuang di tanah   Minaesa berbicara tentang perjuangan dengan gaya masing-masing tapi ketika kalian kembali ke tanah air tidak boleh membangun sistem kolonial.  
Tapi ambil posisi untuk melawan dan menghancurkan sistem kolonialis kerena mereka datang di Papua bukan untuk membangun Papua melainkan untuk membangun kapitalis, klonial  dengan punah secara sistematis dan terstruktural dari penjajah Indonesia jelasnya.

Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia, Hiskia Meage mengatakan diusia KNPB yang tak lagi muda, diingatkan tentang semangat agar mendorong dan berjuang untuk terwujudnya Papua  merdeka.

Maka KNPB adalah wadah yang bisa digunakan rakyat Papua untuk memperjuangkan nasib sendiri di tanah kelahiran di Papua.

Dalam kesempatan ini, Hiskia kembali menyinggung tentang hidup orang Papua yang sejak tahun 1961 hingga hari ini, tidak bisa menikmati hidup dengan baik. 

Menurutnya, ini semua terjadi karena adanya kepentingan imperialis dan kapitalis negara – negara di Dunia, dimana hanya memanfaatkan kekayaan alam Papua tanpa memikirkan bagaiaman masyarakat Papua hidup.

“Seperti kasus pembunuhan di Deiyai, Paniai, Timika dan Nduga. Maka itu KNPB konsulat dan KNPB seluruh Papua terus bersatu dan berjuang serta bisa selamatkan alam dan Manusia Papua,” kata Meage.

Meski berjuang untuk kemerdekaan Papua, Hiskia tak lupa meminta agar seluruh rakyat Papua terus menjaga sikap solidaritas tanpa membedakan suku, agama, bahasa, budaya dan ras.

“Karena Tuhan menciptakan kita sama dengan ciptaannya. Hanya saja kepentingan kapitalisme dan imperialisme serta sistem yang membuat hubungan antara kerukunan serta bersolidaritas merusak semuanya. KNPB mengajarkan untuk berjuang damai serta berjuang di kota, tanpa ada tindakan anarkis. Karena juang perjuangan kita ada damai,” tuturnya.

“KNPB terus bangkit dan ada di tengah-tengah rakyat dan bangsa Papua membawa rakyat untuk penentuan nasib sendiri dengan tuntutan referendum,” kata Hisikia Meage, pada Rabu  (24/07/2019).

Peringatan HUT ke-9 KNPB ini dihadiri  oleh pengurus pusat, pengurus konsulat Tuan-tuan dari tanah air bersama front Rakyat lndonesia for West Papua  (FRI-WP) dan ratusan massa KNPB Konsulat yang terdiri dari KNPB Konsulat Wilaya Makasar, Gorontalo, Minahasa Utara, Nyiur Melambai Manado dan Minahasa di Tondano.

Dalam peringatan ini, mereka juga melaksanakan acara lain diantaranya barapen Babi 4 Ekor, tarian adat, dan Ibadah HUT yang diahkiri dengan pemotongan kue bersama oleh masing-masing ketua KNPB Konsulat, Ketua Umum KNPB Konsulat, Pengurus AMPTPI, perwakilan tujuh wilayah adat satu orang dan FRI West Papua dari Manado. (*).

Creew KNPB KONSULAT INDONESIA.