Senin, 01 Mei 2017

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia secara terbuka menyikapi hari Aneksasi rakyat bangsa Papua 1 Mei 2017.


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia secara terbuka menyikapi hari Aneksasi rakyat bangsa Papua 1 Mei 2017
54 tahun sudah Indonesia menduduki West Papua. Rakyat bangsa Papua terus menolak aneksasi dan terus berjuang utnuk menentukan nasibnya sendiri. Sejak 1 Mei 1963 bertepatan dengan Unites Nations Temmporrary Executive Administratins (UNTEA) atau Pemerintahan Sementara PBB di Papua Barat menyerakan kekuasaannya kepada Indonesia. Selanjutnya pemerintah Indonesia mulai menempatkan pasukan militernya dalam jumlah yang besar di seluruh tanah Papua. Akibatnya hak-hak politik dan hak asasi manusia (HAM) dilanggar secara brutal di luar batas-batas kemanusiaan.
Pada hari ini bertepatan dengan hari Aneksasi 1 Mei 2017 seluruh Orang Papua kembali mengadakan aksi, Doa dan Diskusi di Papua maupun di luar Papua mengenai ANEKSASI di teritorial West Papua karena Penyerahan wilayah administrasi Belanda (Nederland Nieuw Guinea) oleh UNTEA ke tangan Indonesia. 1 Mei 1963 sesuai perjanjian New York adalah suatu rekayasa Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda. Terlepas dari stranfer sepihak tanpa wakil orang Papua, maka secara defakto bangsa Papua telah berdaulat sendiri, sehingga Indonesia hari ini tetap berstatus penjajah.
Hukum internasional, setelah perang Dunia Ke-II, Indonesia dipengaruhi oleh kepentingan blok barat sehingga proses transfer Nederland Nieuw Guinea oleh UNTEA tidak bisa dibenarkan sebelum hak penentuan nasib sendiri belim dilakukan. Kasus 1 Mei 1963 adalah kegagalan PBB, dengan kata lain PBB ikut berandil dalama melegalkan proses aneksasi di teritorial West Papua oleh Indonesia.
Komite Nasioanal Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia, pada hari ini 01 Mei 2017, melaksanakan Diskusi public untuk menyikapi hari Aneksasi 1 Mei 1963, sekaligus pelantikan Panitia Hut KNPB Konsulat Indonesia ke-7 di Lantik Oleh BP, KNPB Konsulat Indonesia. Dalam kegiatan hari ini, di hadiri dari kalangan Aktivis Papua, Mahasiswa, Pemudah dan Pelajar di Asrama Kamasan Tomohon Sulawesi-Utara. Diskusi Mulai dari Jam 11:15-13:30 Wita. Materi diskusi di pandu langsung oleh BP. KNPB Konsulatn Indonesia, mengenai Kilas Balik Sejarah dan Aneksasi 1 Mei sebagai hari Penghianatan terhadap Kedaulantan Rakyat Bangsa Papua.
 Untuk itu, dalam kesempatan ini, kami secara tegas dan terbuka menyatakan sikap kepada;
1.      Unites Nations Temmporrary Executive Administratins (UNTEA) Pemerintahan Sementara PBB di Papua Barat 1 Mei 1963, segera bertanggungjawab atas pemberian kekuasaan kepada Indonesia.
2.      Perjanjian New York adalah Rekayasa Indonesia, Amerika Serikat dan Belanda di territorial West Papua Adalah Ilegal dan harus di pertanggungjawakan sesuai jalur hukum Internasional.
3.      Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) harus bertanggung-jawab karena telah berandil dalama melegalkan proses Aneksasi di teritorial West Papua.
Demikain laporan kami sekaligus pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan penuh tanggung--jawab, atas perhatianya di sampaikan terima kasih.

SALAM PEMBERONTAKAN.!!!
“Kita Harus Mengakhiri”
                                                                                         Manado, 1 Mei 2017
Hormat Kami,
BADAN PENURUS
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA


Bram Asso

Sekertaris 



foto









Kamis, 12 Januari 2017

KEJAKSAAN NEGERI MANADO UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN SURAT MEMPERPANJANG PENAHANAN

KEJAKSAAN NEGERI MANADO UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN SURAT MEMPERPANJANG PENAHANAN
==========================
No : B- 35 / R.1.10/Ep.1/01/2017.
KEPALA KEJAKSAAN NEGERI MANADO.
Membaca:
1.perpanjangan dari penyidik.
- No : B/383./XII/2016/Reskrim
- tanggal: 31 Sember 2016. Dari kepolisian resor kota manado atas nama:
- Hiskia Meage
- Emanuel Ukago
- Wiliam Wim Wetapo.
2. Surat perintah penahanan dari penyidik.
3. Resume hasil pemeriksaan dari penyidik.
Menimbang: a. Uraian singkat diats:
bahwa pd hari Senin tggl 19/12/2016 skitar jam jam 11:00 wita. Bertmpat di kelurahan keleak, lingkungan.V kec, malalayang kota manado, tempat Asrama Mahasiswa papua cendrawasi V Manado dan Kelurahan sario Lingkungan II Kec Sario Kota Manado, tempatnya di Kantor DPRD Tingkat I provinsi sulut telah terjadi tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/ makar yang melanggar Pasal: 160, Pasal: 110, ayat (1) (2) ke 1,2,3 dan Pasal 4, pasal 154, pasal 155 KUH dan Pasal 169 KUHP di pandang perlu memperpanjang penahanan tersangka tersebut.
MEMPERPANJANG PENAHANAN.
Penahanan atas nama:
-Hiskia Meage
-Emanuel Ukago
- Wiliam Wim Wetapo
- Panus Hesegem.
Untuk Paling lama 40 hari terhitung mulai dari Senin 9 Janoari 2017 sampai dengan 17 Feb 2017, dirumah tanahanan kepolisian resor kota manado.
Dikeluarkan di :
Manado tanggal 5 janoari 2017.
----------
AN KEPALA KEJAKSAAN NEGERI MANADO KEPALA SEKSI TINDAK PIDANA UMUM SELAKU PENUNTUT UMUM.
Tertanda
MIEKE IVONE SUMAMPOUW.SH
------------
JAKSA MADYA NIP: 196101281982102 001.
TEMBUSAN:
1. Yth. Kepala kejaksaan negri manado (sebagai laporan).
2. Yth. Ketua pengadilan negeri manado.
3. Yth. Kepala rumah tanahan kelas II negara manado
4. Yth. Keluarga tersangka
5. Arsip.
-----

Belum Dilakukan Pra Pengadilan 4 Mahasiswa Papua Terancam Penjara Seumur Hidup

Komite Nasional Papua Barat [KNPB] Konsulat Inonesia Menyikapi Berita yang di Keluarkan oleh Liputan6 Manado. Mengenai Tersangka Makar, 4 Mahasiswa Papua Terancam Penjara Seumur Hidup.
Salama Sejaterah…….!
Manado - (12/1/17). Sesuai dengan hari penolakan Trikomando Rakyat [Trikora] tanggal 19 Desember, 2016 dan Menukung ULMWP sebagai anggota penuh di MSG. Maka Komite Nasioanal Papua Barat [KNPB] Konsulat Indonesia melakukan aksi di Kota Manado - Sulut dengan tujuan untuk menyampaikan kepada seluruh umat manusia yang ada di Manado dan sekitarnya mengenai hari pencaplokan yang di Kumanangkan oleh Ir. Soekarno di wilayah Papua Barat pada tanggal 19 Desember, 1961, sehingga KNPB sebagai media rakyat melakukan aksi penolakan pada hari itu.
Pada hari senin, 19 Desember 2016 aksi masa yang di pimpin oleh Tuan: Hiskia Meage bersama Anggota KNPB dan Aktivis KNPB di Manado mendapat adangan sebelum melakukan aksi yang di lakukan di dua titik tempat, yang pertama di Asrama Cendewasih V. Manado dan dan kedua di Kantor DPRD Sulut. Setelah di tangkap dengan jangka waktu dua hari di Polresta Manado, sambil menunggu hasil interogasi yang di lakukan oleh pihak kepolisian Manado. Pada hari Selasa 20 Desember 2016, hasil interogasi di sampaikan tepat pada sore hari, sehingga di putuskan Ke Empat Aktivis KNPB atas nama:
1. Tuan Hiskia Meage Ketua KNPB Konsulat Indonesia
2. Tuan Emanuel Ukago Ketua KNPB Wilayah Gorontalo
3. Tuan Panus Hesegem Anggota KNPB Konsulat
4. Tuan Wiliam Wim Anggota KNPB Konsulat
Di tetapkan masa penahanan selama 20 hari, teritung dari tanggal 20 Desember 2016 s/d tanggal 08 Januari 2017, namun dalam proses penahanan Ke Empat Aktivis bukti-bukti dari aksi pada tanggal 19 Desember masih dikumpulkan dan pada tanggal 08 Januari 2017 di perpanjang lagi selama 40 hari, teritung sejak 09 Januari 2017 s/d 17 Februari 2017.
Dalam masa penahanan Ke Empat Aktivis KNPB Konsulat berita yang di keluarkan lewat Liputan6 Manado. Menyebutkan mengenai Tersangka Makar, 4 Mahasiswa Papua Terancam Penjara Seumur Hidup, di tulis oleh: Yoseph Ikanubun. Pada hari Rabu 11 Januari 2017, jam 17:30 WIB.
Sehingga Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat [KNPB] Konsulat Indonesia mengadakan komunikasi kepada pengacara khususnya LBH Manado, mengenai berita yang di keluarkan di Liputan6 Manado, info yang di terima dari LBH Manado, bahwa itu menyangkut Pasal 106 KUHP tentang Makar dengan ancaman hukuman maksimal penjara sehumur hidup dari pihak kepolisian Manado, namun belum di lakukan Pra Pengadilan berita sudah naik di media sosial, pada kenyataanya harus di lewati dengan Pra pengadilan lalu dilanjutkan dengan pengadilan tetap. Tapi semua itu belum dilakukan sudah ada berita yang di keluarkan oleh Media Liputan6 Manado.
Komite Nasional Papua Barat [KNPB] Konsulat Indonesia dengan tegas menyampaikan kepada seluruh umat manusia bahwa proses penyelesaian penahanan Ke Empat aktivis Papua Merdeka masih dalam proses pengumpulan data. untuk itu, tetap semangat dan ikuti jalannya proses Pra Pengadilan dalam beberapa hari, minggu dan bulan kedepan serta dewasa dalam menilai berita yang di keluarkan oleh Media Sosial yang ada di Negara Kolonial Republik Indonesia dengan tegas dan sadar akan persoalan Perjuangan Pembebasan rakyat bangsa Papua.
Sekian dan terima kasih….!
Salam Revolusi “Kita Harus Mengakhiri”
Data Admin KNPB Konsulat Indonesia.

Kamis, 04 Agustus 2016

Lukas Enebe Memulangkan 7000 Mahasiswa Papua Masalah Besar

Lukas Enembe: Memulangkan 7000 Mahasiswa Papua Masalah Besar

Saat setelah pertemuan pengurus IPMAPA dan AMP serta beberapa anggota lainnya di Yogyakarta pada tanggal 21/07/2016. Gambar: Dok WANI Jakarta, Tabloid-WANI -- Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan ancaman migrasi massal mahasiswa Papua di Yogya akan menyulitkan semua pihak. Masalah itu ia kemukakan ketika bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Nasional VIII Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta hari ini. “Tujuh ribu orang bagaimana mau dipulangkan sekaligus ke Papua? Itu jumlah yang besar, akan menimbulkan persoalan baru yang kompleks bagi bangsa,” kata Lukas, Kamis (4/8). Baca ini juga: (Info terkini: Pertemuan antara Gubernur Papua dengan Mahasiswa Papua dan Gubernur Yogyakarta) Lukas kemarin telah bertemu dan berdialog langsung dengan ratusan mahasiswa Papua di Yogya. Ia juga menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, untuk mencari solusi atas persoalan yang muncul akibat imbas insiden di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I, Jalan Kusumanegara, Yogya, 15 Juli lalu. Dalam perbincangan di Asrama Kamasan, Aliansi Mahasiswa Papua menyampaikan tiga tuntutan untuk disampaikan Gubernur Papua kepada Sri Sultan. Pertama, meminta Sultan mencabut ucapannya soal separatis dan menjamin keamanan mahasiswa Papua di Yogya dan tanah Jawa. Kedua, menuntut ormas reaksioner di Yogya meminta maaf atas pernyataan rasisnya. Ketiga, membuka ruang demokrasi seutuhnya di Yogya dan seluruh Indonesia. “Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, kami mahasiswa Papua di Yogya dan seluruh tanah Jawa, serta Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi siap eksodus,” kata pengurus Biro Politik Aliansi Mahasiswa Papua, Roy Karoba, di Yogya. Baca juga: Warga Papua "SEPARATIS" di Seluruh Pulau Jawa Siap Pulang Warga Papua Putuskan Meninggalkan Kota Yogyakarta Mathias Wenda: Orang Papua di Tanah Jawa Pulang, Berarti Orang Jawa di Tanah Papua Juga Pulang Tiga tuntutan Aliansi Mahasiswa Papua itu membuat pening Gubernur Lukas. Dalam pertemuan Lukas dengan Sultan di Keraton Yogyakarta, Sultan kembali menegaskan tak boleh ada gerakan separatis di Yogya. Ia tak mengizinkan Yogya sebagai ibu kota Republik Indonesia di masa lalu, menjadi tempat untuk menyuarakan referendum dan kemerdekaan Papua, pun meski kebebasan berpendapat dilindungi konstitusi. Perbedaan pandangan antara Sultan dan mahasiswa Papua itu masalah serius bagi Lukas. Terlebih dengan ancaman eksodus yang berkali-kali dilontarkan. “Kalau (mahasiswa Papua) datang ke sini, kuliah, belum selesai, lalu dipulangkan ke Papua. Otomatis nanti orang-orang dari luar (Papua) bisa ikut dipulangkan (dari Papua),” ujar Lukas. Lihat ini: (Sri Sultan: Separatis tak Punya Tempat di Yogyakarta) Jika ada kesempatan, kata Lukas, ia akan melaporkan masalah ini langsung kepada Presiden Jokowi. Kepada Kapolri, Lukas meminta agar tak ada lagi orang atau mahasiswa Papua yang menjadi korban kekerasan agar persoalan tak berkembang makin rumit. “Oke Pak, tapi Pak Gubernur juga perlu kasih tahu anak-anak itu supaya jangan anarki,” kata Tito yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua. Dari Yogya, Roy mengatakan Kapolri mestinya datang langsung ke Yogya untuk melihat fakta lapangan siapa sesungguhnya yang bertindak anarki. “Kapolri sebagai kepala penegak hukum di Indonesia sebaiknya memberikan pernyataan yang mengayomi, bukan mendiskriminasi kami. Mestinya lihat fakta dan bukti di lapangan dulu,” ujarnya.

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/2016/08/lukas-enembe-memulangkan-7000-mahasiswa-papua-masalah-besar.html

Senin, 30 Mei 2016

MENJELANG DEMO 31 MEI 2016, AKTIVIS KNPB YANG DITANGKAP MENJDI 102 ORANG

MENJELANG DEMO 31 MEI 2016, AKTIVIS KNPB YANG DITANGKAP MENJDI 102 ORANG
Menjelang Aksi demo Damai Komite Nasional Papua Barat KNPB pada tanggal 31 Mei 2016, Kepolisian kembali melakukan penagkapan sejumlah Aktivis KNPB di 4 wilayah.
Penagkapan terhadap aktivis tersebut tersebut terjadi Pada tanggal 28 Mei 2016 KNPB wilayah Numbay di Jayapura 26 orang, KNPB wilayah Sentani 24 orang. Penagkapan Aktivis KNPB numbay terjadi pada pukul 14 siang hari di depan kanror gubernur donk 2 Jayapura saat aktivis bagi selebaran aksi demo 31 Mei besok. Sedangkan penagkapan 24 aktivis KNPB wilayah sentani terjadi pada pukul 09 pagi di jalan masuk pasar baru sentani.
Kemudian pada hari ini tanggal 30 Mei 2016, terjadi penagkapan terhadap KNPB wilayah Yahukimo 3 Orang Aktvis KNPB baliem wamena 21 orang. 21 Aktivis KNPB baliem hari ini dikepung oleh Kepolisian di sekertariat KNPB wilayah baliem Wamena saat aktvis KNPB sedang mengadakan pertemuan untuk pengecekan terakhir persiapan Demo besok. Sedangkan 3 Aktivis KNPB wilayah Yahukimo ditangkap di depan kantor bupati Lama Yahukimo saat Aktivis sedang membagi selebaran Aksi. 2 1 Aktivis KNPB wilayah Baliem dan 3 Aktiviss KNPB yahukimo masih di tahan di polres Yahukimo dan polres Jayawijaya wamena.
Penagkapan Menjelang Aksi demo 31 Mei 2016, Kepolisian menagkap 74 Aktivis KNPB sejak 28-30 Mei 2016, Masing –masing Tanggal 28 di Jayapura dan sentani 50, dan semuanya dibebaskan setelah diterogasi. Sedangkan penagkapan hari ini tanggal 30 Mei 2016, berjumlah 24 aktivis, sementara di polres.
26 aktivis KNPB wilayah NUMBAY dan KNPB PUSAT di tangkap polisi karena membagikan selembaran berikut nama-nama aktivis yang di tangkap.
1.WEAK ALIKNOE 2.ITONI PAHABOL 3.ARMI PAHABOL 4.NIKSON PAHABOL 5.MUKO SILAK 6.KORI PAHABOL 7.SAKARIAS YOGI
8.ALDO MUPO 9.OCART HALUK 10.BELI YOGI 11.TINUS BALINGGA 12.YULIAN KAYAME 13.NIKSON HISAGE 14.DANY YOHAME 15.MARFIN MIRIN
16.ZAN 17.FALUK 18.ISAI 19.WILIL 20.ETO PAHABOL 21.ALPIUS YUMAI 22.DONY POMBAY 23.EDO PAHABOL 24.CALVIN WENDA (Ketua KNPB NUMBAY)
25.KOBABE (Ketua DIPLOPASI KNPB PUSAT) 26.KEROMAN
Kemudian 24 Aktivis yang ditangkap di sentani saat bagi selebaran aksi sebagai berikut :
1. Agus Bahabol 2. Naila Kossay 3. Yunani Balyo 4. Fino Bahabol 5. Yosua Wenda 6. Otis Wenda 7. Sami Wenda 8. Mito Bahabol
9. Mesi Bahabol 10. Rani Wenda 11. Markus Balyo 12. Pilatus Marian 13. Omis Balingga 14. Ose Bahabol 15. Lenius Tablo
16. Andreas Bahabol 17. Meli Tepmul 18. Yoris Kelemen 19. Tomi Hisage 20. Yosua Wenda 21. Obet Sobolim 22. Oni Tepmul
23. Sinduk Kobak 24. Carles Pawika
INILAH 21 AKTIVIS KNPB BALIM WAMENA DITANGKAP POLISI
Nama" Aktivis KNPB yg dpt tangkap di Halaman kantor KNPB: 1. Warpo sampari wetipo, 2. Hasan kogoya, 3. Marta haluk, 4. mardi heluka, 5. Hery kosay, 6. Firdaus hilapok, 7. Paska iyaba, 8. Marsel marian, 9.Melianus kosay, 10.hiron hiluka, 11. Yufry kogoya, 12. Pilemon meaga, 13. Domy meaga, 14. Manu wuka, 15. Martinus wamu, 16. Deminus wantik, 17. Ardis wilil, 18. Nuber surabut, 19, mely wantik, 20. Asa asso, 21. Yulius towolom
Penagkapan aktivis di Wamena kembali terjadi Sore ini menjadi 51 orang
penagkapan Aktivis KNPB pada hari Ini menigkat menjadi 50 Orang kepolisian dari polres wamena Mengepung sekertariat KNPB Wilayah Baliem pada pukul 11 siang tadi dan menagkap 21 orang, kemudian pada sore hari kembali menagkap 28 orang.
Jumlah Aktivis KNPB wilayah baliem ditangkap hari ini menjadi 51 orang sementara ini masih ditahan di Polres Wamen.
Laporan KNPB wilayah Baliem Kami terima malam ini bahwa hari 30 mei 2016 POLRI bersama gabungan TNI tadi jam 11 : 30 wpb menangkap kami, dan jumlah makin tambah m3njadi 51 org, pertama 21 org kedua 18 org ke tiga 10 orang knpb wamena menjadi 51 orang masih di tahanan resor jayawiya.
nama2 akan menyusun sebentar.
kita masih di tahan saat ini juga, mohon advokasi
BAGI SELEBARAN AKSI POLISI KEMBALI MENAGKAP 3 AKTIVIS KNPB YAHUKIMO
Knpb yahukimonews: Kepolisian kembali melakukan penagkapan terhadap aktivis KNPB
Penagkapan terhadap 3 aktivis KNPB terjadi pada pukul 10.25 WPB.
Tiga aktvis KNPB yang ditangkap saat ini sedang ditahan di polres Yahukimo.
Sekertaris KNPB yahukimo mengatakan 3 anggota Aktivis knpbYahukimo di tangkap kembali di perempatan kantor eks bupati lama, pukul 10.25. Saat bagi selebaran dukung ULMWP masuk full member dan tuntut indonesia bebaskan tapol papua.
Nama-nama yang ditangkap
1 Darpinus Bayage
2. Ison Bahabol.
3. Amiter Bahabol.
Saat mereka dibawah dalam mobil tahanan , kemudian 3 aktivis KNPB diPukul dan siksa saat menaikan dalam mobil . sementara ini tahan polres Yahukmo.
Marten Suhun mengatakan walaupun ada Itimidasi, penyiksaan sedang terjdi di Yahukmo namun kmi KNPB akan tetap turun jalan sesuai agenda nasional tegas Markus M Suhuniap . info lengkap hubungi Nomor:Marten Suhun(+6282399775443)

Minggu, 29 Mei 2016

ORANG TAK DIKENAL (OTK) BUANG SELEMBARAN DENGAN TULISAN HISKIA SANG PENGHIANAT DI DEPAN ASRAMA KAMASAN MAHASISWA PAPUA DI TOMOHON SULUT.

West Papua National Committee [KNPB]
9 menit
========================
Hari ini 29-Mei-2016 pkl 23:25 Wita OTK Buang Selembaran di depan Asrama Kamasan Mahasiswa Papua Tomohon dengan Tulisan HISKIA SANG PENGHIANAT sebelum ditemukan selembaran ini di depan Asrama Mahasiswa Papua Tomohon, sekitar pukul 21:15 Wita, Inteljen sempat datang di Asrama Pake 1 Buah Mobil Avanza alasan Mereka datang untuk Mempertanyakan Kegiatan Mahasiswa yang di lakukan kegiatan hari ini sore tadi karena Hari ini adalah Imipa Cabang Tomohon, sempat Ibadah Memperingati hari Hut Imipa Cabang Tomohon.
Mereka juga Bertanya-tanya tentang kegiatan untuk Aksi Demo 31-Mei-2016, di Depan Rumah Kepalah Lingkungan Talete II Tomohon sebelum Asrama Kamasan Tomohon penjelasan Tn. Hiskia Meage kepada Pihak Keamana/Intel bahwa kami tetap akan Buat Akis Demo 31/05/2016 dan Ia juga Menjelaska semua yang akan melaksanakan mengenai Domo Damai 31-mei 2016 nanti. Sebentara berbicara, ada satu Orang Intel yang Masuk di Asrama Mahasiswa Papua Tomohon Ia sampaikan kepada Mahasiswa Penghuni Asrama, bahwa Motor yang parkir di depan Asrama kalau Boleh Masukan ke dalam Bagian Asrama anehnya selama ini tidak perna datang bicara seperti ini.
Setelah Mereka pergi, tepat pkl 09:25 Wita ada 3 Motor, dan 1 Mobil datang di depan Asrama Buang selembaran tersebut di dalam halaman Asrama Lalu Pergi. Dan Satu Kertas mereka templ di Pagar Pintu Masuk.

Sabtu, 28 Mei 2016

SELEBARAN UMUM - AKSI DAMAI 31 MEI 2016 KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT [KNPB] KONSULAT INDONESIA [SABANG - AMBOINA di INDONESIA]

Knpb Konsulat menambahkan 3 foto baru.
1 jam
SELEBARAN UMUM - AKSI DAMAI 31 MEI 2016
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT [KNPB] KONSULAT INDONESIA [SABANG - AMBOINA di INDONESIA]
===================================================
SALAM REVOLUSI !!!.
“SYUKUR BAGIMU TUHAN, YANG MEMBERI NAFAS HIDUP KAMI”
MOHON DUKUNGAN DOA RESTU DARI SESAMA MANUSIA DI MUKA BUMI INI UNTUK MENDUKUNG ULMWP MENJADI ANGGOTA FULL MEMBER MSG dan DIBEBASKAN TANPA SYARAT TAHAN POLITIK DI SELURUH WEST PAPUA
Dari sejak 1 Mei 1963 Bangsa Papua Barat dianeksasi (dirampas) ke dalam bingkai kesatuan republik indonesia, hingga kini sudah 53 Tahun penderitaan orang asli Papua ditanah sendiri. Seluruh energy dan jurus-jurus penjajahan dari kolonial Indonesia sedang mengiring orang asli papua secara sistematis yang menuju pada tahapan pemusnahan bangsa west papua dari tanah milik nenek moyang yang selanjutnya disebut dengan surga kecil yang jatu kebumi itu. Secara devacto papua tidak hanya magsanya Indonesia melainkan, papua kini menjadi mangsanya kaum bangsa-bagsa di dunia, buktinya adalah para kapitalis dunia berbondong-bondong memandang papua untuk mengeksploitasi hasil buminya seperti illegal loging, illegal mining dan sebgainya, sedangkan penghuni diatas tanah papua yang notabene pemilik tanah itu, hidup mereka hanya diabaikan, seakan Indonesia lebih penting harta dari pada nyawa orang papua.
Penjajahan bangsa papua yang dilakukan oleh Indonesia dalam rangka memusnahkan orang asli papua dan merebut tanah papua serta seluruh isinya secara ilmia, sistematis dan terorganisir yaitu Negara Indonesia dituduh orang asli papua dengan alamt makar, separatisl, primitive, dan sebagainya hal ini dapat dilihat bahwa Indonesia tidak menjunjung nilai kemanusiaan, keadilan, dan hak asasi manusia papua dengan metode diinterogasi, diterror, diintimidasi, dikejar bahkan dibunuh dan diperkosa. Sementara di dalam sistem pemerintahan pembangunan juga pemerintah melancarkan aksi penjajahan melalui diskriminasi kebijakan, marjinalisasi rakyat pribumi dan genosida orang papua.
Di erah otonomi kusus adalah pintu masuknya kehancuran hidup orang papua, dengan hadirnya otonomi kusus dipapua mengakibatkan lajunya angka kematian orang asli papua dan lajunya pertumbuhan penduduk pendatang ditanah Papua, juga lajunya perkembangan penyakit HAIV/AIDS, Perpecahan persatuan orang asli papua dengan hadirnya pemekaran propinsi dan kabupaten/kota di seluruh tanah papua.
Kegagalan otsus di Papua, maka pemerintah Indonesia spekolasi trik politik dengan disusulnya UP4B serta otonomi plus bahkan tawaran produk lain untuk mengelabuhi bahkan mengalihkan arah ideology politk papua melainkan kenyataan hari ini Indonesia gagal membangun papua karena sampai sekarang Indonesia masih menjajah papua.
Karena kegagalan Indonesia bagi bangsa west papua, maka munculah kesadaran atas identitas orang asli papua, lalu orang papua mulai menata diri, merajut persatuan untuk kita lawan demi menentukan nasib sendiri diatas tanah air kami west papua. Indonesia kini silahkan mengambil hasil alam papua, juga Indonesia membunuh orang asli papua dengan jumlah tak terhitung, tetapi lebih terpenting adalah indonesi tidak pernah membunuh nasionalisme yang melahirkan ideology politik papua di barengi nilai kebenaran, kemanusiaan, keadilan dan persaudaraan sejati.
Dengan gagalnya Indonesia bangun papua serta penjajahan Indonesia bagi orang papua, maka dari kami media rakyat bangsa papua barat - Komite Nasional Papua Barat [KNPB] Konsulalat Indonesia menyatakan sikap bahwa:
1. Bahwa papua mau menentukan nasib sendiri melalui Referendum.
2. Bahwa kami Mendukung ULMWP menjadi anggota full member di MSG .
3. Bahwa kami Mendukung kepada kebijakan pimpinan MSG mendesak ke PBB untuk referendum west Papua
4. Bebaskan (TAPOL-NAPOL) yang ada seluruh LP di Tanah Papua : (ALEX NEKENEM dan STEVEN ITLAY cs)
5. Bahwa kami Menolak dengan tegas; tim pencari fakta pelanggaran HAM buatan Jakarta
6. Bahwah segerah menghentikan operasi militer indonesia terhadap mahasiswa papua di sulawesi utara dan seluruh orang papua
7. Bahwa Pemerintah Indonesia berikan kebebasan bagi perss local, nasional dan internasional di tanah Papua Barat.
Akhirnya kami sebagai penyambung lida atau media rakyat: Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat
Indonesia memohon dukungan Doa Restu sebagai ciptaan Allah yang sama dimuka bumi ini, dalam penyelesaian status politik papua menuju Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa Papua Barat (Referendum) ditanah papua barat maka kami. Turun jalan dalam aksi damai in adalah satu cara kita menyelamatkan semua ciptaan yang ada di tanah West Papua.
Dengan rute aksi kami, titik kumpul pertama; Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih V Manado Sulut pada pukul 9.00 wita s/d selesai, Depan Rektorat Universitas Negeri Samratulangi [Unsrat] Manado, Patung Mogonsidi, Sario, tujuan DPRD Sulut.
Demikian atas informasi dari kami diucapkan terimakasi semoga tetap bekerja sama demi kebenaran.
MANADO 30 MEI 2016
“ Kita harus Mengakhiri ”
Hormat Kami
KORDINATOR LAPANGAN
WILIAM WIM
Penanggungjawab Aksi Damai
BADAN PENGURUS
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT [KNPB]
KONSULAT INDONESIA
HISKIA MEAGE BRAM ASSO
Ketua Sekretaris